Jumat, 25 Maret 2016
Mimpi keciku di Kampung Ibu
FC Kadungrembug , ya begitulah nama yang ingin saya berikan .
Untuk sebuah tim kecil dari kampung kelahiranku yang jauh dari hingar bingar kota.
Kita memang buta sejarah,tapi ingin membuat sejarah positif.
Desa Kadungrembug memang belum memiliki tim sepak bola resmi,jangankan tim profesional tim amatiran pun bisa dibilang belum ada.
Namun aktivitas olahraga nomer wahid di dunia ini (sepak bola) masih ada di Desa ini.Disaat banyak Desa yang 'kesulitan' menyediakan lahan untuk sekedar bermain Sepak bola untuk warganya,Kadungrembug masih mampu membuat warganya yang punya hobi menendang si kulit bundar ini tetap bisa menikmatinya di lahan luas 'berstandar kampung'.
Lapangan tempat berlatih di Kadungrembug memang ada sejak dulu hingga sekarang.Kondisinya pun lebih baik dari sejak pertama kali dipakai menjadi tempat latihan.Sayangnya tak banyak yang tau Kapan dan oleh siapa Lapangan yang punya sebutan unik BEWES (kira-kira artinya Tanah gersang).
Nah,Kadungrembug sendiri memiliki Skuad tim sepak bola yang sebenarnya bisa diandalkan (untuk kelas turnamen 17an hehe) dari tahun ke tahun.
Beberapa nama yang pernah disematkan untuk tim sepak bola Kadungrembug bermacam-macam.
Pada tahun 70-an Pernah muncul nama AKA (Arek Kadung Asli),kemudian Perseka di tahun 1980-an dan masih ada beberapa nama eksentrik lainnya.
Pada awal tahun 90-an nama PERSIKAD juga pernah dipakai bahkan diikutkan sebagai tim peserta Turnamen 17 agustus di Sukolilo pada tahun 1994-1995 (menurut ingatan saya hehe).
Seiring perkembangan waktu dan entah karena pengetahuan yang semakin berkembang,banyak dari teman-teman yang mencoba menamai tim sepak bola Kadungrembug dengan nama yang berbau modernisasi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar